Selasa, 05 Mei 2015



PBA Lovers
in Bandung

Makalah KOMUNIKASI DALAM MENEJEMEN SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan individu maupun kelompok lain disekitarnya. Salah satu syarat interaksi adalah adanya  komunikasi. Dengan komunikasi maka antara satu individu dengan individu atau kelompok lain akan mengetahui maksud yang hendak disampaikan, kemudian akan mendapatkan reaksi. Dengan demikian maka tidak dapat dipungkiri bahwa peran lomunikasi menjadi sengat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terwujud misal pada organisasi atau institusi yang terbentuk dalam masyarakat melalui komunikasi.Dalam dunia pendidikan peran komunikasi menjadi sangat penting. Tanpa adanya komunikasi maka sistem pendidikan dalam sebuah negara tidak akan berjalan dengan baik sehingga akan merusak sistem yang lain. Komunikasi di dunia pendidikan terjadi dalam setiap posisi yang diduduki seseorang dari mulai tingkat kementrian pendidikan hingga pengajar dan staf-stafnya dalam sekolah. Bahkan kalau kita lihat kebelakang munculnya perilaku pendidikan terjadi dengan adanya komunikasi.
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian dari komunikasi?
  2. Apa saja prinsip-prinsip dan unsur-unsur komunikasi?
  3. Bagaimana komunikasi dalam managemen sekolah?

  1. Tujuan
  1. Untuk mengetahui pengertian komunikasi
  2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dan unsur-unsur komunikasi
  3. Untuk mengetahui komunikasi dalam menegemen sekolah


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Komunikasi
a.       D.B. Curtis, 1992 komunikasi adalah kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat.
b.      J.A Devito komunikasi merupakan suatu tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.
c.       Wibowo mengatakan bahwa komunkasi merupakan aktifitas menyampaikan apa yang ada dipikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Atau sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan.
2.      Prinsip dan Unsur dalam Komunikasi
1)      Prinsip-prinsip Komunikasi
Prinsip dasar komunikasi menurut Seiler (1988) dalam Arni Muhammad (2002) antara lain :
·         Komunikasi adalah suatu proses
Komunikasi adalah suatu proses karena merupakan suatu seri kegiatan yang terus menerus, yang tidak mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi juga melibatkan suatu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak pernah ada duplikat dalam cara yang persis sama yaitu saling berhubungan di antara orang, lingkungan, keterampilan, sikap, status, pengalaman, dan perasaan. Suatu perubahan dapat terjadi karena adanya proses komunikasi.
·         Komunikasi adalah suatu sistemik
Komunikasi terdiri dari beberapa komponen dan masing-masing komponen tersebut mempunyai tugasnya masing-masing. Tugas dari masing-masing komponen itu berhubungan satu sama lain untuk menghasilkan suatu komunikasi. Sehingga sebuah komunikasi adalah suatu sistemik.
·         Komunikasi bersifat interaksi dan transaksi
Yang dimaksud dengan interaksi adalah bertukar komunikasi secara bergantian. Sedangkan transaksi adalah proses menyandi pesan yang dilakukan bersamaan dengan menginterpretasikan pesan yang diterima.

·         Komunikasi dapat terjadi disengaja maupun tidak disengaja.
Komunikasi yang disengaja terjadi apabila pesan yang mempunyai maksud tertentu dikirimkan kepada penerima yang dimaksudkan. Sedangkan komunikasi tidak sengaja adalah apabila pesan yang tidak sengaja dikirimkan ata tidak dimaksudkan untuk orang tertentu diterima oleh orang tersebut.
2)      Unsur- unsur dalam Komunikasi
Unsur-unsur proses komunikasi menurut Oteng Sutisna (1989) antara lain
a.       Sumber : seorang komunikator yang mempunyai sejumlah kebutuhan, ide, atau informasi untuk diberitahukan
b.      Tujuan : yang umumnya dinyatakan dalam kata-kata perbuatan yang oleh komunikasi diharapkan akan dicapai
c.       Berita : diperlukan untuk menyatakan fakta, perasaan, ide, yang dimaksudkan untuk membangkitkan respon di pihak yang ditujukan
d.      Saluran : sebagai penghubung antara sumber berita dengan penerima berita
5.Penerima berita : seseorang yang menerima berita dari komunikator
3.      Pentingnya Komunikasi dalam Menejemen Sekolah
ü  Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya tercapainya tujuan
Komunikasi memegang peranan penting dalam menunjang kelancaran aktifitas. Tanpa komunikasi maka maksud bersama tidak dapat dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi. Selain itu tanpa komunikasi maka tidak terjadi koordinasi yang menyebabkan tercapainya tujuan organisasi. Komunikasi merupakan hal yang sangat pokok bagi eksistensi suatu organisasi. Komunikasi adalah sangat penting dalam menangani semua masalah yang muncul dalam setiap organisasi. Komunikasi sangat penting bagi pembuatan putusan. Agar bisa membuat putusan yang rasional diperlukan tersedianya semua keterangan yang mungkin tentang alternatif-alternatif serta konsekuensi-konsekuensinya. Keterngan serupa hanya dapat dibuat melalui komunikasi. Demikian juga kekuatan merancang, mengorganisasi, dan menilai selalu bergantung kepada kualitas komunikasi. (Oteng Sutisna, 1989)
ü  Agar komunikasi menjadi efektif maka komunikasi harus dilakukan dengan proses tiga arah, yaitu :
a)      Komunikasi ke bawah :
Komunikasi kebawah biasanya mengenai soal-soal kebijaksanaan, prosedur, instruksi atau keterangan yang bersifat umum. Komunikasi tersebut dapat melalui tatap muka, telepon, surat edaran, papan pengumuman, maupun alat lain. Praktek yang baik yaitu apabila administrator menyampaikan informasi dan instruksi itu hanya kepada orang-orang yang berada langsung dibawahnya, dan mengijinkan mereka untuk meneruskan informasi dan instruksi itu kepada orang-orang yang langsung dibawah mereka. (Oteng Sutisna, 1989)
b)      Komunikasi ke atas :
Dalam sistem sekolah komunikasi ke atas berjalan dari guru ke kepala sekolah ke kepala kantor pendidikan ke enteri pendidikan. Komunikasi keatas membantu administrator untuk mengetahui apkah pikiran-pikiran yang disalurkan ke bawah dapat diterima, menggalakkan para anggota untuk menyumbangkan ide-ide berharga, dan memugkinkan administrator untuk menghindarkan administrator dari situasi sulit yang mungkin timbul. Selain itu komunikasi ke atas memungkinkan paraanggota untuk dapat lebih menyesuaikan diri dengan tujuan sekolah dan program-programnya. (Oteng Sutisna, 1989)
c)      Komunikasi ke samping atau mendatar :
Komunikasi mendatar adalah bentuk lain dari komunikasi organisasional. Komunikasi mendatar penting karena memungkinkan penyebaran keterangan dan pikiran di kalangan para anggota staf sendiri dan membantu menjalin mereka menjadi kelompok profesional dan sosial yang terpadu. (Oteng Sutisna, 1989)
Komunikasi ini memungkinkan guru-guru untuk dapat berkomunikasi dengan sesama guru, kepala sekolah dengan kepala sekolah lain, pengawas dengan pengawas lain.
ü  Cara untuk meningkatkan kualitas komunikasi
Menurut Oteng Sutisna (1989) cara untuk mengembangkan proses komunikasi yang baik, administrator perlu memahami orang dan kelompok yang membentuk sebuah organisasi. Tidak ada komunikasi yang efektif kecuali sistem sekolah menggalakkan para anggota organisasi untuk bebas menyatakan perasaan dan pikiran mereka.
Komunikasi dalam sebuah organisasi dibedakan menjadi dua yaitu komunikasi formal dan komunikasi informal. Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjalin secara formal antara personil organisasi, sedangkan komunikasi informal yaitu komunikasi yang terjalin karena unsur keterdekatan antara personil organisasi yang biasanya berbentuk pertemanan atau persahabatan. Kedua sistem komunikasi tersebut sangat berpengaruh dalam efektifitas organisasi. Oleh kerena itu kedua sistem komunikasi tersebut harus berjalan dengan baik. Menurut Oteng Sutisna (1989) sistem komunikasi formal hendaknya dirancang dengan pemahaman penuh tentang maksud dan kondisi yang menandai sistem pendidikan, dan hendaknya menggunakan prosedur yang sesuai dengan maksud dan kondisi tersebut. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas komunikasi informal, administrator hendaknya melakukan setiap usaha yang mungkin untuk memajukan suasana ramah, rukun, dan kooperatif dalam hubungan-hubungan langsung yang formal di kalangan personil, supaya sistem komunikasi informal cenderung untuk memperkuat, dan bukan merintangi efisiensi organisasi.
ü  Komunikasi Intern dan Komunikasi Ekstern
a.      Komunikasi Intern Sekolah
Komunikasi intern adalah komunikasi yang terjalin antara komponen sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan siswa. (Sutomo dkk, 2006)
Tujuan dari komunikasi intern adalah agar setiap personil sekolah dapat bekerja dengan tenang dan menyenangkan serta terdorong untuk berprestasi dengan baik dan mengerjakan tugas dengan penuh kesadaran. (Sutomo dkk, 2006)
Manfaat yang dapat dirasakan dari komunikasi intern adalah akan memberikan kemudahan dan keringanan dalam melaksanakan serta memecahkan persoalan sekolah. Sehingga semua personil sekolah dapat menyamakan langkah alam mencapai tujuan secara efektif dan efisien. (Sutomo dkk, 2006). Dalam komunikasi intern hendaknya dapat diikat dengan ikatan profesional yakni “tata krama” dan sesuai dengan kode etik. Kepala sekolah hendaknya menggunakan prinsip demokrasi dan harus menganggap guru sebagai partner dalam kelompok. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan kepala sekolah antara lain :
a.       Bersikap terbuka, tidak memaksakan kehendak, tapi bertindak sebagai fasilitator yang mendorong suasana demokratis dan kekeluargaan
b.      Mendorong guru untuk mau dan mampu mengemukakan pendapatnya dalam memecahkan suatu masalah, dan mendorong supaya guru mau melaksanakan aktifitas dan berkreatifitas
c.       Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka dan mendengarkan pendapat orang lain
d.      Mendorong para guru dan pegawai untuk mengambil keputusan yang terbaik dan menaati keputusan itu Berlaku sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, perantara, dan pengambil kesimpulan secara redaksional.(Sutomo dkk, 2006)

b. Komunikasi Ekstern Sekolah
Komunikasi ekstern merupakan komunikasi sekolah dengan masyarakat dan orang tua siswa baik secara individual maupun lembaga. (Sutomo dkk, 2006). Menurut Mulyasa (2002) komunikasi ekstern merupakan bentuk hubungan sekolah dengan lingkungan eksternal di sekitarnya, untuk mendapatkan masukan dari lingkungannya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah.
Hubungan sekolah dengan orang tua siswa :
Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara yaitu adanya kesamaan tanggung jawab dan adanya kesamaan tujuan. (Sutomo dkk,2006)
a.       Tujuan hubungan sekolah dengan orang tua siswa :
·         Saling membantu dan saling isi mengisi, dengan memahami kekurangan dan kelemahan anak, guru, dan orang tua siswa dapat bersama-sama membinanya
·         Bantuan uang dan barang, baik secara perorangan maupun melalui lembaga yang disebut BP3
·         Untuk mencegah perbuatan yang kurang baik.
·         Bersama-sama membuat rencana yang baik untuk sang anak, misalnya mengembangkan bakat olah raga, musik, seni tari, seni lukis dan sebagainya. (Sutomo dkk,2006)
b.      Cara menjalin hubungan sekolah dengan orang tua
·         Melalui dewan sekolah (Komite Sekolah).
Dewan sekolah adalah suatu lembaga yang perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan MBS. Anggota dewan sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru, beberapa tokoh masyarakat serta orang tua siswa yang memiliki potensi dan perhatian terhadap pendidikan. Pada hakikatnya dewan sekolah ini dibentuk untuk membantu menyukseskan kelancaran proses belajar-mengajar di sekolah, baik menyangkut perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian. Dibentuknya dewan sekolah terutama dalam kaitannya dengan masalah relevansi pendidikan yang akan diwujudkan melalui MBS agar apa yang dilaksanakan sekolah sejalan dan selaras dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat
·         Melalui BP3, BP3 adalah organisasi orang tua siswa yang bertugas dan berfungsiuntuk memberikan bantuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Bantuan ini terutama dalam kaitannya dengan masalah sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar-mengajar.
·         Melalui pertemuan penyerahan buku laporan pendidikan
·         Melalui ceramah ilmiah, yang membahas yang berkaitan dengan peningkatan prestasi siswa (Mulyasa,2002)
Hubungan sekolah dengan masyarakat :
Sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkan dengan dari masyarakat lingkungannya, sebaliknya masyarakatpun tidak dapat dipisahkan dengan sekolah. Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik, melatih serta membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan, sementara masyarakat merupakan pengguna jasapendidikan.
·         Tujuan Hubungan antara sekolah dengan masyarakat
Berdasarkan kepentingan sekolah :
Ø  memelihara kelangsungan hidup sekolah
Ø  meningkatkan mutu pendidikan sekolah
Ø  memperlancar kegiatan belajar mengajar
Ø  memperoleh bantuan dan dukungan masyarakat
Berdasarkan kepentingan masyarakat :
Ø  memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Ø  memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat
Ø  menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat
Ø  memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. (Sutomo dkk,2006)
Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain lewat bidang pendidikan, kesenian, olah raga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan.


BAB III
PENUTUP
1. Simpulan
Komunikasi merupakan aktifitas menyampaikan apa yang ada dipikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Atau sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Komunikasi sangat penting dalam menejemen sekolah, tanpa komunikasi maka maksud bersama tidak dapat dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi. Selain itu tanpa komunikasi maka tidak terjadi koordinasi yang menyebabkan tercapainya tujuan organisasi.
2. Saran
            Dalam suatu organisasi komunikasi antar personil harus selalu di jaga,
           


DAFTAR PUSTAKA
·         Sutomo,dkk. 2006. Manajemen Sekolah. Semarang : Unnes Press
·         Muhammad, Arni. 2002. Komunikasi Organisasi. Jakarta : PT Bumi Aksara

·         Mulyasa, E. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah : Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Senin, 04 Mei 2015

Sebuah Cerpen "Angkutan Kedamaian"

Terminal Secang kota Magelang semakin sepi, bus yang terparkir disana pun semakin sedikit, terlihat banyak warung angkringan yang mulai di buka. Meskipun hujan mengguyur kota ini, namun mereka tetap bersemangat mencari nafkah dengan berjualan nasi kucing. Rasa lapar menghampiriku, perutku mulai mengajakku  untuk segera membeli makanan, entah makanan apa, yang penting bisa sedikit menghilangkan rasa lapar. Ku langkahkan kaki menuju angkringan di sebelah kanan halte tempat ku duduk dan bersandar menunggu bus jurusan Purwokerto.
“Sore pak, ada gorengan?” tanyaku pada sosok laki-laki setengah baya yang tidak lain adalah penjual nasi kucing
“Sore mbak, ada, tapi paling nunggu nggoreng dulu mbak?” jawabnya dengan bahasa khas Semarang.
“iya ndakpapa pak, saya sekalian nunggu bis” jawabku
Mata ini tak henti-hentinya menatap jalan raya, berharap secepatnya ada bus jurusan Purwokerto yang lewat. Sambil menunggu gorengan yang sudah ku pesan, ku ambil jaket yang ada di dalam tas ranselku. Malam ini benar-benar dingin, apalagi hujan semakin deras mengguyur kota ini. Baru kali ini aku sendirian terdampar di kota orang. Biasanya aku ditemani teman kuliahku. Tapi kebetulan mereka belum mau pulang kampung karena banyak acara organisasi di kampus.
Semenit kemudian, dari kejauhan ku lihat ada bus yang mulai mendekati halte. Ku buka mata lebar-lebar sambil kulangkahkan kaki mendekati tepi jalan raya. Aku tak peduli meski air hujan membasahi bajuku, yang penting aku bisa pulang secepatnya. Bus itu semakin mendekat dan semakin dekat lagi. Dan ternyata Allah mengabulkan doaku. “Bis jurusan Purwokerto” batinku dengan penuh rasa senang. Ku raih tas ranselku, ku lambaikan tangan kiriku kearah bis. Bis pun berhenti, dengan cepat ku berlari kearah bis dan tak lupa ku ucapkan terimakasih kepada penjual nasi kucing yang telah memberiku tempat untuk berlindung dari derasnya hujan.
Tak henti-hentinya ku ucap rasa syukur kepada Allah. Meski bis penuh sesak dengan orang-orang yang sama-sama mau mudik ke kampung halaman. Mungkin sebagian dari mereka adalah mahasiswa. Entah mahasiswa dari perguruan tinggi mana. Ahh aku tak begitu mempermasalahkannya. ku ambil handphone yang sedari tadi berdering. Ternyata banyak miscall dan sms yang masuk. Ku ketik sms untuk membalasnya. Ku lihat ibu- ibu dengan terburu-buru merapikan barang-barang bawaanya. “Mungkin sebentar lagi mau turun, “ batinku. Semenit kemudian 2 orang ibu itu berdiri dan menyuruh ku untuk duduk. Ternyata benar ibu-ibu itu mau turun di alun-alun Purworejo. “Alhamdulillah rezeki bisa duduk. “ Batinku lagi. Masih ada satu tempat duduk di sebelah kananku. tiba-tiba ada seorang cowok yang sedari tadi berdiri di belakangku meminta izin untuk duduk.
“mbak, boleh saya duduk disini? Tanyanya dengan penuh keramahan dan senyuman yang begitu indah dipandang.
“boleh mas silahkan duduk” jawabku dengan senyuman pula.
Ku dekatkan tubuhku ke kaca bus, agar tidak terlalu sempit untuk duduk. Kuletakan tas ranselku di bawah kursi. Kusandarkan badanku ke jok bus. Rasanya sungguh nyaman. Aku tidak lagi merasa khawatir tidur dimana malam ini. Mataku menerawang jauh ke tepian jalan raya. Berharap perjalananku lancar dan selamat sampai di rumah. Aku tak sadar ternyata dari tadi cowok itu sedang berbicara padaku.
“mbaknya mau kemana?” tanyanya sambil merapikan jaket yang baru saja dipakai.
“mau pulang mas” jawabku singkat.
“kemana mbak?”
“Purwokerto, lha masnya sendiri? “ tanyaku
“sama mbak mau pulang ke Purwokerto juga. Kayaknya anak kuliahan nih?” tanyanya dengan sedikit candaan yang membuatku lebih leluasa untuk menjawabnya. Seketika ku lupa dengan rasa kantuk dan lelah. Ternyata dia juga seorang mahasiswa. Namanya Hafidz, Mahasiswa semester 4 jurusan  Ilmu Komputer Universitas Diponegoro Semarang. Aku jadi ingat temanku yang kuliah di jurusan Kesehatan Masyarakat di UNDIP. Ahh mungkin sekarang dia sudah mendapat banyak pengalaman disana.
Obrolan semakin menyenangkan. Dengan candaan Mas Hafidz yang benar-benar membuatku tak hentinya tersenyum. Malam semakin larut. Ku lihat jam yang melingkar di lengan kiriku. Jarum jam menunjukan angka 9. Sebagian penumpang bus sudah lelap dalam tidurnya. Mungkin hanya kami berdua yang masih asyik mengobrol. Entah itu mengobrol masalah kuliah sampai masalah pribadi. Aku mendapat banyak motivasi darinya. Kami pun semakin akrab layaknya kakak adik yang saling menasehati satu sama lain, padahal kami baru saja kenal 3 jam yang lalu. Berbicara dengan orang yang terbuka memang menyenangkan.
Rasa kantuk mulai menghampiriku. Dengan mata yang perlahan tertutup, kusandarkan kepalaku kejok bis. Namun secara tiba-tiba Mas Hafidz menyandarkan kepalaku kepundaknya. Ku merasa lebih nyaman, ia pun melingkarkan jaketnya menutupi jaketku. Mungkin dia tahu kalau sedari tadi aku kedinginan. “hmmm... masih ada orang sebaik ini” batinku. mataku mulai tertutup, namun aku merasakan ada seseorang yang mengambil ponsel ditanganku. Mataku sedikit terbuka, ternyata mas Hafidz yang mengambilnya dan memiscall nomernya agar nomerku masuk dalam list phonebook nya. Aku pun tidur kembali.
“Sokaraja.. Sokaraja..” suara kenek bus terdengar sampai di telingaku. Perlahan ku buka mata. Mas Hafidz masih tertidur pulas. mungkin dia kecapean. Ku tak berani membangunkannya. Sekilas kupandangi wajahnya. Meski lagi tidur, aura karisma nya masih terlihat. Pasti diluar sana banyak orang yang mengaguminya. Tidak hanya berwajah tampan dan mudah bergaul, ia pun mempunyai jiwa kepemimpinan. Tak menyesal ku bisa kenal dengannya. Mendapat banyak dorongan semangat darinya. Aku berharap pertemanan ini tidak hanya terjalin di bus ini saja.
 Ternyata sudah sampai Sokaraja, sebentar lagi sampai di terminal. Ku rapikan barang-barang bawaanku. terdengar bunyi handphone mas Hafidz, iapun terbangun dan segera menjawab telefonnya. Ternyata ibu nya yang menelfon dan menanyakan sudah sampai dimana. Bahasanya benar-benar sopan. Ya, memang harus begitu ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Apalagi orang tua kita sendiri. Selepas telefon ia langsung tersenyum menatapku. Aku membalas senyumnya.
“ngapain dek, senyum-senyum?”
“mas Hafidz dulu yang senyum-senyum sendiri.”
“Abis dek lucu kalo lagi tidur” jawabnya sedikit ngeledek.
“ih apaan sih mas” jawabku sambil menepuk lengan kirinya.
Tak banyak lagi ku bisa berkata-kata. Aku benar-benar merasa senang. Kami kembali mengobrol dan bercanda. Dua menit kemudian, Kenek bus membangunkan penumpang lainnya dan memperingatkan untuk merapikan barang- barang bawaanya agar tidak tertinggal di bus. Akhirnya sampailah di terminal Purwokerto. Para penumpang mengantri turun dari bus. aku dan mas Hafidz masih sibuk menata barang-barang. Setelah antrian lebih longgar, aku dan mas Hafidz pun turun dari bus.
“Selamat berlibur dek. Hati-hati di jalan.” Ucapnya dengan senyuman khasnya
“iya mas, selamat berlibur” jawabku dengan membalas senyumnya.
Kami pun berpisah. Aku ke arah barat dan mas Hafidz kearah selatan. Aku berharap bisa dipertemukan kembali dengannya. Aku melanjutkan perjalanan ke rumah dengan naik ojeg. Sesampainya di rumah, kurebahkan badanku diatas Kasur, ku lihat layar hp “1 message received from mas Hafidz” ternyata nomer hp mas Hafidz sudah ada dalam contact hp ku. Dengan muka kaget ku buka smsnya.
Selamat Malam dek Safa ;) ini mas Hafidz, yang tadi ketemu di bis, kaget yaa? :D Mas cuma berharap pertemanan kita gak hanya di bis aja. Oiia tetep semngat kuliah ya dek. Kalo ada masalah crita ke mas, siapa tau mas bisa bantu. Makasih dek, udah mau kenal sama mas. Jangan nyesel yaa. Selamat beristirahat.
“cesss” Hatiku sungguh bahagia. ternyata mas Hafidz pun mempunyai pikiran yang sama dengan ku.. Hari demi hari berganti. Aku masih berhubungan via telefon, dan social media. Kami semakin akrab. Kami sering menceritakan masalah-masalah yang sedang dihadapi. Kami pun sering pulang pergi Semarang-Purwokerto bersama-samaa. Kini, aku merasa mempunyai kakak baru layaknya kakak kandung yang begitu sangat menyayangiku.