BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk
sosial selalu berinteraksi dengan individu maupun kelompok lain disekitarnya.
Salah satu syarat interaksi adalah adanya komunikasi. Dengan komunikasi
maka antara satu individu dengan individu atau kelompok lain akan mengetahui
maksud yang hendak disampaikan, kemudian akan mendapatkan reaksi. Dengan
demikian maka tidak dapat dipungkiri bahwa peran lomunikasi menjadi sengat
penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terwujud misal pada organisasi atau
institusi yang terbentuk dalam masyarakat melalui komunikasi.Dalam dunia
pendidikan peran komunikasi menjadi sangat penting. Tanpa adanya komunikasi
maka sistem pendidikan dalam sebuah negara tidak akan berjalan dengan baik
sehingga akan merusak sistem yang lain. Komunikasi di dunia pendidikan terjadi
dalam setiap posisi yang diduduki seseorang dari mulai tingkat kementrian
pendidikan hingga pengajar dan staf-stafnya dalam sekolah. Bahkan kalau kita
lihat kebelakang munculnya perilaku pendidikan terjadi dengan adanya
komunikasi.
- Rumusan Masalah
- Apa pengertian dari komunikasi?
- Apa saja prinsip-prinsip dan unsur-unsur
komunikasi?
- Bagaimana komunikasi dalam managemen
sekolah?
- Tujuan
- Untuk mengetahui pengertian komunikasi
- Untuk mengetahui prinsip-prinsip dan
unsur-unsur komunikasi
- Untuk mengetahui komunikasi dalam menegemen
sekolah
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Komunikasi
a. D.B. Curtis, 1992 komunikasi adalah kemampuan mengirimkan pesan dengan
jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat.
b. J.A Devito komunikasi merupakan suatu tindakan oleh satu orang atau lebih
yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam
satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk
melakukan umpan balik.
c. Wibowo mengatakan bahwa komunkasi merupakan aktifitas menyampaikan apa yang
ada dipikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan yang ingin kita sampaikan
pada orang lain. Atau sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa
yang kita inginkan.
2.
Prinsip dan Unsur dalam Komunikasi
1)
Prinsip-prinsip Komunikasi
Prinsip dasar
komunikasi menurut Seiler (1988) dalam Arni Muhammad (2002) antara lain :
·
Komunikasi adalah suatu
proses
Komunikasi adalah suatu
proses karena merupakan suatu seri kegiatan yang terus menerus, yang tidak
mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi juga
melibatkan suatu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak pernah ada
duplikat dalam cara yang persis sama yaitu saling berhubungan di antara orang,
lingkungan, keterampilan, sikap, status, pengalaman, dan perasaan. Suatu
perubahan dapat terjadi karena adanya proses komunikasi.
·
Komunikasi adalah suatu
sistemik
Komunikasi terdiri dari
beberapa komponen dan masing-masing komponen tersebut mempunyai tugasnya
masing-masing. Tugas dari masing-masing komponen itu berhubungan satu sama lain
untuk menghasilkan suatu komunikasi. Sehingga sebuah komunikasi adalah suatu
sistemik.
·
Komunikasi bersifat
interaksi dan transaksi
Yang dimaksud dengan
interaksi adalah bertukar komunikasi secara bergantian. Sedangkan transaksi
adalah proses menyandi pesan yang dilakukan bersamaan dengan
menginterpretasikan pesan yang diterima.
·
Komunikasi dapat
terjadi disengaja maupun tidak disengaja.
Komunikasi yang disengaja
terjadi apabila pesan yang mempunyai maksud tertentu dikirimkan kepada penerima
yang dimaksudkan. Sedangkan komunikasi tidak sengaja adalah apabila pesan yang
tidak sengaja dikirimkan ata tidak dimaksudkan untuk orang tertentu diterima
oleh orang tersebut.
2) Unsur- unsur dalam Komunikasi
Unsur-unsur proses komunikasi menurut Oteng Sutisna (1989) antara lain
a.
Sumber : seorang
komunikator yang mempunyai sejumlah kebutuhan, ide, atau informasi untuk
diberitahukan
b.
Tujuan : yang umumnya
dinyatakan dalam kata-kata perbuatan yang oleh komunikasi diharapkan akan
dicapai
c.
Berita : diperlukan
untuk menyatakan fakta, perasaan, ide, yang dimaksudkan untuk membangkitkan
respon di pihak yang ditujukan
d.
Saluran : sebagai
penghubung antara sumber berita dengan penerima berita
5.Penerima berita : seseorang yang menerima berita dari komunikator
3.
Pentingnya Komunikasi dalam Menejemen Sekolah
ü Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya tercapainya tujuan
Komunikasi memegang peranan penting dalam menunjang kelancaran aktifitas.
Tanpa komunikasi maka maksud bersama tidak dapat dipahami dan diterima oleh
semua anggota organisasi. Selain itu tanpa komunikasi maka tidak terjadi
koordinasi yang menyebabkan tercapainya tujuan organisasi. Komunikasi merupakan
hal yang sangat pokok bagi eksistensi suatu organisasi. Komunikasi adalah
sangat penting dalam menangani semua masalah yang muncul dalam setiap
organisasi. Komunikasi sangat penting bagi pembuatan putusan. Agar bisa membuat
putusan yang rasional diperlukan tersedianya semua keterangan yang mungkin
tentang alternatif-alternatif serta konsekuensi-konsekuensinya. Keterngan
serupa hanya dapat dibuat melalui komunikasi. Demikian juga kekuatan merancang,
mengorganisasi, dan menilai selalu bergantung kepada kualitas komunikasi.
(Oteng Sutisna, 1989)
ü Agar komunikasi menjadi efektif maka komunikasi harus dilakukan dengan
proses tiga arah, yaitu :
a)
Komunikasi ke bawah :
Komunikasi kebawah biasanya mengenai soal-soal kebijaksanaan, prosedur,
instruksi atau keterangan yang bersifat umum. Komunikasi tersebut dapat melalui
tatap muka, telepon, surat edaran, papan pengumuman, maupun alat lain. Praktek
yang baik yaitu apabila administrator menyampaikan informasi dan instruksi itu
hanya kepada orang-orang yang berada langsung dibawahnya, dan mengijinkan
mereka untuk meneruskan informasi dan instruksi itu kepada orang-orang yang
langsung dibawah mereka. (Oteng Sutisna, 1989)
b)
Komunikasi ke atas :
Dalam sistem sekolah komunikasi ke atas berjalan dari guru ke kepala
sekolah ke kepala kantor pendidikan ke enteri pendidikan. Komunikasi keatas
membantu administrator untuk mengetahui apkah pikiran-pikiran yang disalurkan
ke bawah dapat diterima, menggalakkan para anggota untuk menyumbangkan ide-ide
berharga, dan memugkinkan administrator untuk menghindarkan administrator dari
situasi sulit yang mungkin timbul. Selain itu komunikasi ke atas memungkinkan
paraanggota untuk dapat lebih menyesuaikan diri dengan tujuan sekolah dan
program-programnya. (Oteng Sutisna, 1989)
c)
Komunikasi ke samping
atau mendatar :
Komunikasi mendatar adalah bentuk lain dari komunikasi organisasional.
Komunikasi mendatar penting karena memungkinkan penyebaran keterangan dan
pikiran di kalangan para anggota staf sendiri dan membantu menjalin mereka
menjadi kelompok profesional dan sosial yang terpadu. (Oteng Sutisna, 1989)
Komunikasi ini memungkinkan guru-guru untuk dapat berkomunikasi dengan sesama
guru, kepala sekolah dengan kepala sekolah lain, pengawas dengan pengawas lain.
ü
Cara untuk meningkatkan
kualitas komunikasi
Menurut Oteng Sutisna (1989) cara untuk mengembangkan proses komunikasi yang baik,
administrator perlu memahami orang dan kelompok yang membentuk sebuah
organisasi. Tidak ada komunikasi yang efektif kecuali sistem sekolah
menggalakkan para anggota organisasi untuk bebas menyatakan perasaan dan
pikiran mereka.
Komunikasi dalam sebuah organisasi dibedakan menjadi dua yaitu komunikasi
formal dan komunikasi informal. Komunikasi formal adalah komunikasi yang
terjalin secara formal antara personil organisasi, sedangkan komunikasi
informal yaitu komunikasi yang terjalin karena unsur keterdekatan antara
personil organisasi yang biasanya berbentuk pertemanan atau persahabatan. Kedua
sistem komunikasi tersebut sangat berpengaruh dalam efektifitas organisasi.
Oleh kerena itu kedua sistem komunikasi tersebut harus berjalan dengan baik.
Menurut Oteng Sutisna (1989) sistem komunikasi formal hendaknya dirancang
dengan pemahaman penuh tentang maksud dan kondisi yang menandai sistem
pendidikan, dan hendaknya menggunakan prosedur yang sesuai dengan maksud dan
kondisi tersebut. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas komunikasi informal,
administrator hendaknya melakukan setiap usaha yang mungkin untuk memajukan
suasana ramah, rukun, dan kooperatif dalam hubungan-hubungan langsung yang
formal di kalangan personil, supaya sistem komunikasi informal cenderung untuk
memperkuat, dan bukan merintangi efisiensi organisasi.
ü Komunikasi Intern dan Komunikasi Ekstern
a.
Komunikasi Intern Sekolah
Komunikasi intern adalah komunikasi yang terjalin antara komponen sekolah
yang terdiri dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan siswa. (Sutomo
dkk, 2006)
Tujuan dari komunikasi intern adalah agar setiap personil sekolah dapat
bekerja dengan tenang dan menyenangkan serta terdorong untuk berprestasi dengan
baik dan mengerjakan tugas dengan penuh kesadaran. (Sutomo dkk, 2006)
Manfaat yang dapat dirasakan dari komunikasi intern adalah akan memberikan
kemudahan dan keringanan dalam melaksanakan serta memecahkan persoalan sekolah.
Sehingga semua personil sekolah dapat menyamakan langkah alam mencapai tujuan
secara efektif dan efisien. (Sutomo dkk, 2006). Dalam komunikasi intern
hendaknya dapat diikat dengan ikatan profesional yakni “tata krama” dan sesuai
dengan kode etik. Kepala sekolah hendaknya menggunakan prinsip demokrasi dan
harus menganggap guru sebagai partner dalam kelompok. Prinsip-prinsip yang
harus diperhatikan kepala sekolah antara lain :
a.
Bersikap terbuka, tidak
memaksakan kehendak, tapi bertindak sebagai fasilitator yang mendorong suasana
demokratis dan kekeluargaan
b.
Mendorong guru untuk
mau dan mampu mengemukakan pendapatnya dalam memecahkan suatu masalah, dan
mendorong supaya guru mau melaksanakan aktifitas dan berkreatifitas
c.
Mengembangkan kebiasaan
untuk berdiskusi secara terbuka dan mendengarkan pendapat orang lain
d.
Mendorong para guru dan
pegawai untuk mengambil keputusan yang terbaik dan menaati keputusan itu Berlaku
sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, perantara, dan pengambil kesimpulan
secara redaksional.(Sutomo dkk, 2006)
b. Komunikasi Ekstern Sekolah
Komunikasi ekstern
merupakan komunikasi sekolah dengan masyarakat dan orang tua siswa baik secara
individual maupun lembaga. (Sutomo dkk, 2006). Menurut Mulyasa (2002)
komunikasi ekstern merupakan bentuk hubungan sekolah dengan lingkungan
eksternal di sekitarnya, untuk mendapatkan masukan dari lingkungannya berkaitan
dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah.
Hubungan sekolah dengan orang tua siswa :
Hubungan sekolah dengan
orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara yaitu adanya kesamaan
tanggung jawab dan adanya kesamaan tujuan. (Sutomo dkk,2006)
a.
Tujuan hubungan sekolah
dengan orang tua siswa :
·
Saling membantu dan
saling isi mengisi, dengan memahami kekurangan dan kelemahan anak, guru, dan
orang tua siswa dapat bersama-sama membinanya
·
Bantuan uang dan
barang, baik secara perorangan maupun melalui lembaga yang disebut BP3
·
Untuk mencegah
perbuatan yang kurang baik.
·
Bersama-sama membuat
rencana yang baik untuk sang anak, misalnya mengembangkan bakat olah raga,
musik, seni tari, seni lukis dan sebagainya. (Sutomo dkk,2006)
b.
Cara menjalin hubungan
sekolah dengan orang tua
·
Melalui dewan sekolah
(Komite Sekolah).
Dewan sekolah adalah
suatu lembaga yang perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan MBS. Anggota dewan
sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru, beberapa tokoh masyarakat serta
orang tua siswa yang memiliki potensi dan perhatian terhadap pendidikan. Pada
hakikatnya dewan sekolah ini dibentuk untuk membantu menyukseskan kelancaran
proses belajar-mengajar di sekolah, baik menyangkut perencanaan, pelaksanaan,
maupun penilaian. Dibentuknya dewan sekolah terutama dalam kaitannya dengan
masalah relevansi pendidikan yang akan diwujudkan melalui MBS agar apa yang
dilaksanakan sekolah sejalan dan selaras dengan kebutuhan dan perkembangan
masyarakat
·
Melalui BP3, BP3 adalah
organisasi orang tua siswa yang bertugas dan berfungsiuntuk memberikan bantuan
penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Bantuan ini terutama dalam kaitannya
dengan masalah sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar-mengajar.
·
Melalui pertemuan penyerahan
buku laporan pendidikan
·
Melalui ceramah ilmiah, yang membahas yang berkaitan dengan peningkatan
prestasi siswa (Mulyasa,2002)
Hubungan sekolah dengan masyarakat :
Sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkan dengan dari
masyarakat lingkungannya, sebaliknya masyarakatpun tidak dapat dipisahkan
dengan sekolah. Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk
mendidik, melatih serta membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan,
sementara masyarakat merupakan pengguna jasapendidikan.
·
Tujuan Hubungan antara
sekolah dengan masyarakat
Berdasarkan kepentingan sekolah :
Ø memelihara kelangsungan hidup sekolah
Ø meningkatkan mutu pendidikan sekolah
Ø memperlancar kegiatan belajar mengajar
Ø memperoleh bantuan dan dukungan masyarakat
Berdasarkan kepentingan masyarakat :
Ø memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Ø memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan masalah yang dihadapi
masyarakat
Ø menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan
masyarakat
Ø memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat
kemampuannya. (Sutomo dkk,2006)
Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain lewat bidang pendidikan, kesenian,
olah raga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan.
BAB III
PENUTUP
1. Simpulan
Komunikasi merupakan aktifitas menyampaikan apa yang ada dipikiran, konsep yang kita miliki dan
keinginan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Atau sebagai seni
mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Komunikasi
sangat penting dalam menejemen sekolah, tanpa komunikasi maka maksud bersama
tidak dapat dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi. Selain itu
tanpa komunikasi maka tidak terjadi koordinasi yang menyebabkan tercapainya
tujuan organisasi.
2. Saran
Dalam suatu organisasi komunikasi antar personil
harus selalu di jaga,
DAFTAR PUSTAKA
·
Sutomo,dkk. 2006. Manajemen
Sekolah. Semarang : Unnes Press
·
Muhammad, Arni. 2002. Komunikasi
Organisasi. Jakarta : PT Bumi Aksara
·
Mulyasa, E. 2002. Manajemen
Berbasis Sekolah : Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya